KORAMIL 01 PBU | Aktivitas nelayan tradisional di kawasan pesisir Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, menjadi salah satu denyut kehidupan masyarakat yang terus berjalan setiap harinya. Di tengah kesibukan tersebut, Babinsa Kelurahan Purus, Sertu Hendri Patrizon dari Koramil 01 Padang Barat Utara (PBU) turut hadir memantau kegiatan nelayan elo pukek sekaligus melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi pendaratan ikan.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas nelayan bukan sekadar menjalankan tugas monitoring wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut.
Pada kesempatan tersebut, Sertu Hendri Patrizon terlihat menyambangi para nelayan yang baru saja menarik pukat dari laut. Nelayan elo pukek yang merupakan metode penangkapan ikan tradisional secara bersama-sama ini menjadi salah satu aktivitas yang masih bertahan di sepanjang pesisir Purus.
Dengan suasana yang penuh keakraban, Babinsa juga menyempatkan diri berbincang dengan para pembeli yang datang untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan segar. Interaksi sederhana ini menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi dan mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.
Menurut Sertu Hendri Patrizon, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pesisir sangat penting untuk memastikan situasi wilayah tetap aman, kondusif, serta mengetahui berbagai persoalan yang mungkin dihadapi warga.
“Melalui komsos seperti ini kita bisa mendengar langsung keluhan maupun harapan masyarakat. Nelayan dan pembeli yang datang juga bisa menyampaikan kondisi di lapangan sehingga kita bisa bersama-sama menjaga keamanan serta kenyamanan di wilayah,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan monitoring ini juga menjadi bentuk perhatian Babinsa terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada hasil laut. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi nelayan yang setiap hari berjuang di tengah laut.
Para nelayan pun menyambut baik kehadiran Babinsa yang rutin turun ke wilayah binaannya. Bagi mereka, komunikasi yang terjalin membuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat terasa lebih dekat dan terbuka.
Tidak jarang dalam kesempatan seperti ini, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan pantai serta menjaga kebersamaan dalam menjalankan aktivitas nelayan secara bergotong royong.
Aktivitas elo pukek sendiri merupakan tradisi lama yang masih dipertahankan oleh masyarakat pesisir Purus. Selain menjadi sumber penghidupan, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan karena dilakukan secara kolektif oleh para nelayan.
Sertu Hendri Patrizon menilai bahwa tradisi ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi kekuatan sosial masyarakat pesisir yang perlu dijaga bersama agar tetap lestari.
Sementara itu, Plh Danramil 01 PBU Kapten Arm Junardy menegaskan bahwa Babinsa di wilayahnya terus didorong untuk aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk memantau aktivitas ekonomi warga seperti yang dilakukan di kawasan pesisir.
“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa dapat mengetahui situasi wilayah sekaligus membantu menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat,” ungkap Kapten Arm Junardy.
Melalui kegiatan monitoring dan komsos seperti ini, diharapkan hubungan antara Babinsa dan masyarakat semakin erat, sekaligus menjadi sarana memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Bagi masyarakat pesisir Purus, kehadiran Babinsa bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai sahabat yang selalu siap mendengar dan mendampingi kehidupan mereka sehari-hari.
Wyndoee