test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU TEGA NEWS"

Dua Kali Getaran Terasa di Pesisir Padang Pariaman, Kebersamaan Warga Jadi Kekuatan

SEI. LIMAU | Gempa bumi yang berpusat di wilayah Tenggara Agam pada Sabtu siang, 22 Maret 2026, sempat mengejutkan warga setelah getarannya terasa hingga ke kawasan pesisir Sungai Limau.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.21 WIB itu, berdasarkan rilis resmi dari BMKG, memiliki magnitudo 3,6 dengan kedalaman 21 kilometer dan berlokasi sekitar 15 kilometer tenggara Agam.

Meski tergolong gempa kecil, getaran yang dirasakan warga cukup jelas, bahkan dilaporkan terjadi dua kali dengan jeda singkat. Hal ini membuat sebagian warga memilih keluar rumah untuk memastikan keselamatan.

“Getaran pertama terasa kuat, dinding rumah sampai bergetar. Belum sempat tenang, datang lagi yang kedua, jadi kami langsung keluar rumah,” ujar Rudi (42), warga setempat.

Namun di tengah situasi tersebut, suasana kebersamaan justru terasa kuat. Warga saling mengingatkan dan memastikan kondisi keluarga serta tetangga dalam keadaan aman.

“Awalnya kami kira cuma lewat saja, tapi ternyata dua kali terasa. Yang kedua itu lebih bikin kaget, karena posisi lagi duduk di dalam rumah,” kata Yuliana (35).

Anak-anak yang sempat panik pun segera ditenangkan oleh orang tua mereka. Beberapa keluarga berkumpul di halaman rumah sambil menunggu kondisi benar-benar aman.

“Di sini memang sering terasa gempa kecil, tapi yang ini lumayan kuat dan dua kali. Anak-anak langsung panik, kami bawa keluar semua ke halaman,” ungkap Andi (50).

Fenomena getaran dua kali ini merupakan hal yang wajar pada gempa dangkal, di mana gelombang gempa dapat dirasakan dalam beberapa fase oleh masyarakat.

Pihak BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hal tersebut disebabkan oleh magnitudo yang kecil serta lokasi sumber gempa yang berada di daratan.

Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Situasi di lapangan pun terpantau aman dan masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Sumatera Barat memang dikenal sebagai wilayah yang rawan gempa, karena berada di jalur pertemuan lempeng aktif. Namun, masyarakat yang sudah terbiasa menghadapi kondisi ini menunjukkan sikap yang semakin siap dan tangguh.

Kesiapsiagaan menjadi hal penting yang terus diingatkan, mulai dari memahami langkah penyelamatan hingga menjaga ketenangan saat terjadi gempa.

Warga diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kekuatan tidak hanya datang dari kesiapan, tetapi juga dari kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

Dengan kondisi yang kini telah kembali normal, masyarakat Sungai Limau diharapkan tetap waspada, namun tetap menjalani aktivitas dengan tenang dan penuh rasa saling menjaga.

TIM 




Gempa Kecil di Tenggara Agam, Warga Sungai Limau Saling Jaga dan Tetap Waspada

Getaran Sempat Terasa Dua Kali, Warga Sungai Limau Pilih Tenang dan Berkumpul Bersama

BMKG Catat Gempa M 3,6, Warga Pesisir Hadapi dengan Tenang dan Siaga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama