test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU TEGA NEWS"

Warga Sinuruik Siaga Penuh, Operasi Pengusiran Beruang Liar Berlangsung Dramatis

PASAMAN BARAT | Suasana Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, mendadak berubah mencekam setelah seekor beruang liar masuk ke kawasan permukiman dan area pertanian warga. Ketakutan menyelimuti masyarakat setelah tercatat tiga orang warga menjadi korban serangan satwa liar tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Minggu, 15 Februari 2026, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun langsung ke lokasi bersama wali nagari, niniak mamak, pemuda, dan masyarakat untuk melakukan penyisiran dan upaya pengamanan. Operasi dilakukan sejak ditemukannya jejak beruang di area pertanian masyarakat di kawasan Bangkok hingga bergerak ke arah Kampung Koto Panjang.

Penyisiran berlangsung penuh ketegangan. Beruang yang terus berpindah lokasi memicu insiden kejar-kejaran antara petugas dan satwa liar tersebut. Warga yang menyaksikan dari kejauhan hanya bisa menahan napas, khawatir jika beruang kembali menyerang.

Situasi semakin dramatis ketika tim BKSDA mencoba melakukan pengepungan. Saat hendak melakukan penembakan bius untuk melumpuhkan beruang, salah seorang kepala tim BKSDA terpeleset dan terjatuh. Dalam kondisi kritis, ia berusaha mempertahankan diri ketika beruang mendekat secara agresif.

Petugas tersebut terpaksa memukul beruang menggunakan senjata yang dibawanya untuk menghindari serangan lebih parah. Namun, beruang sempat menggigit bagian tumit kaki petugas sebelum akhirnya ia berhasil menyelamatkan diri. Petugas yang terluka segera dilarikan ke Puskesmas Talu untuk mendapatkan penanganan medis.

Dengan kejadian itu, petugas BKSDA menjadi korban keempat dalam rangkaian insiden serangan beruang liar di Nagari Sinuruik. Peristiwa ini semakin meningkatkan kecemasan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan harus beraktivitas di ladang setiap hari.

Wali Nagari Sinuruik bersama seluruh unsur masyarakat bergerak cepat membantu proses pengamanan. Pemuda nagari ikut melakukan penyisiran dan membantu memberikan informasi terkait pergerakan beruang. Niniak mamak pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun siaga.

“Kami merasa takut, terutama anak-anak dan para petani yang harus pergi ke ladang. Kami berharap pemerintah dan BKSDA segera menuntaskan penanganan beruang ini agar tidak ada korban lagi,” ujar salah seorang warga dengan nada cemas.

Hingga saat ini, beruang liar tersebut masih belum sepenuhnya berhasil diamankan. Tim BKSDA terus melakukan pemantauan intensif dan berupaya mengevakuasi atau merelokasi satwa tersebut ke habitat yang lebih aman, jauh dari permukiman warga.

Pihak BKSDA mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri yang berisiko tinggi. Warga diminta segera melapor apabila kembali melihat keberadaan beruang di sekitar permukiman, serta menghindari aktivitas sendirian di area perkebunan untuk sementara waktu.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius tentang meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar akibat pergeseran habitat. Sinuruik kini berada dalam kewaspadaan tinggi, menunggu operasi pengamanan tuntas agar kehidupan masyarakat kembali berjalan normal tanpa bayang-bayang ancaman beruang liar.

TIM

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama